Jumat, 17 Maret 2017

PENYAKIT YANG SERING MENYERANG PARA PENDAKI GUNUNG

Penyakit yg sering menyerang para pendaki yaitu HIPOTERMIA. Berikut penjelasan tentang Penyakit hipotermia.





Hipotermia termasuk kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis darurat. Keadaan ini terjadi saat temperatur tubuh menurun drastis di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh, yaitu di bawah 35°C. Saat temperatur tubuh berada jauh di bawah titik normal, sistem persarafan dan fungsi organ lain dalam tubuh akan mulai terganggu. Apabila tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan kegagalan sistem pernafasan dan sistem sirkulasi (jantung), dan akhirnya menyebabkan kematian.

    Penyebab utama hipotermia adalah pajanan udara dingin. Sejumlah situasi yang berpotensi menyebabkan kondisi ini di antaranya adalah:
    • Tidak mengenakan pakaian yang tepat saat mendaki gunung.
    • Berada terlalu lama di tempat dingin.
    • Jatuh ke kolam.
    • Mengenakan pakaian yang basah untuk waktu cukup lama.
    • Suhu pendingin ruangan yang terlalu rendah (khususnya bagi manula dan bayi).

    Jenis-jenis Hipotermia

    Berdasarkan tingkat kecepatan hilangnya panas pada tubuh, hipotermia dapat dibedakan menjadi:
      • Hipotermia akut atau imersi. Kondisi ini terjadi apabila seseorang kehilangan panas tubuh secara mendadak dan sangat cepat, contohnya saat seseorang jatuh ke kolam yang dingin.
      • Hipotermia akibat kelelahan. Pada kondisi yang terlalu lemah, tubuh tidak akan mampu menghasilkan panas, sehingga orang tersebut akan jatuh pada kondisi hipotermia.
      • Hipotermia kronis. Jenis ini terjadi bila panas tubuh menghilang secara perlahan. Kondisi ini umum terjadi pada lansia yang tinggal di ruangan dengan kehangatan yang kurang, atau pada tunawisma yang tidur di luar ruangan.

      Faktor Risiko Hipotermia

      Hipotermia dapat terjadi pada siapa saja, namun ada sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini. Faktor-faktor tersebut meliputi:
      • Usia – bayi dan manula. Kemampuan untuk mengendalikan temperatur tubuh yang belum berkembang dengan sempurna pada bayi dan yang menurun pada manula. Anak-anak juga terkadang mengabaikan udara dingin karena terlalu asyik bermain.
      • Minuman keras dan obat-obatan terlarang. Alkohol dan obat-obatan terlarang dapat melebarkan pembuluh darah sehingga mempercepat dan meningkatkan pelepasan panas tubuh dari permukaan kulit. Kondisi mabuk atau teler dapat membuat seseorang tidak menyadari situasi dan cuaca dingin di sekitarnya.
      • Penyakit yang memengaruhi memori, misalnya penyakit Alzheimer. Pengidap penyakit ini biasanya tidak sadar bahwa mereka sedang kedinginan atau tidak paham apa yang harus dilakukan.
      • Pengaruh penyakit tertentu. Ada beberapa penyakit yang dapat memengaruhi mekanisme pengendali suhu tubuh, misalnya anoreksia nervosastroke, dan hipotiroidisme.
      • Obat-obatan tertentu, misalnya antidepresan, sedatif, serta analgesik opiat. Obat-obatan ini dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengendalikan temperatur.
      • Orang yang menghabiskan waktu lama di tempat yang dingin, misalnya pendaki gunung atau tunawisma.

      Gejala-gejala Hipotermia

      Gejala hipotermia sangat beragam dan terkadang sulit dikenali. Gejala yang muncul tergantung pada seberapa rendah suhu tubuh pengidapnya.
      • Mengantuk atau lemas.
      • Bicara tidak jelas atau bergumam.
      • Linglung dan bingung.
      • Kehilangan akal sehat, misalnya membuka pakaian meski sedang kedinginan.
      • Sulit bergerak dan koordinasi tubuh yang menurun.
      • Napas yang pelan dan pendek.
      • Tingkat kesadaran yang terus menurun.

      Langkah Pencegahan Hipotermia

      Hipotermia bisa dicegah. Langkah-langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menghindari hipotermia adalah:
        • Menjaga agar tubuh tetap kering. Segera ganti pakaian Anda yang basah karena akan menyerap panas tubuh Anda.
        • Kenakan pakaian yang sesuai dengan cuaca dan kegiatan, terutama bagi Anda yang gemar mendaki gunung atau berkemah di tempat yang dingin. Gunakanlah pakaian dari bahan yang dapat menjaga kehangatan tubuh sekaligus menyerap keringat, misalnya wol. Hindari pakaian berbahan katun. Gunakan jaket yang tahan angin dan air.
        • Jangan lupa untuk menggunakan topi, syal, sarung tangan, kaus kaki, serta sepatu bot.
        • Lakukan gerakan sederhana untuk menghangatkan tubuh, tapi jangan sampai berkeringat berlebihan. Jika terkena angin, baju yang basah karena keringat dapat menurunkan panas tubuh.
        • Sediakan minuman dan makanan hangat, tetapi hindari minuman yang mengandung alkohol atau kafein.
        Bayi dan anak-anak lebih rentan terkena serangan hipotermia dibandingkan orang dewasa. Karena itu, Anda perlu melakukan langkah-langkah pencegahan agar mereka terhindar dari hipotermia. Di antaranya adalah:
        • Berikan pakaian atau jaket tambahan agar lapisan perlindungan mereka lebih tebal.
        • Jangan biarkan bayi Anda tidur di ruangan dengan suhu terlalu dingin.
        • Jangan biarkan anak Anda bermain di luar saat hujan atau cuaca dingin. Segera bawa anak Anda masuk ketika mulai menggigil.
        Menghindari dan membentengi diri dari udara dingin akan membantu kita untuk mencegah serangan hipotermia yang berpotensi fatal.

        Tidak ada komentar:

        Posting Komentar